Search

-

Content

3.30.2011

Monologue 1.0



Dengan hati sebersih embun,
Diairi sebening mata air,
Menyerah keluhurun nurani,
Mengharap kemaafan sebesar semesta,
Berbayar amal senipis air celupan di jari,


Terus-menerus memohon dan merayu,
Agar dibuka seluas ufuk pintu di hati,
Mengharapkan nur Ilahi,
Menyerap dan menerangi celahan-celahan,
celahan-celahan dan lipatan kegelapan dahulu,
Yang mekar dengan duri-duri nafsu,


Wahai diri,
Tidakkah engkau mendengar teriakan hati,
Teriakan mengharap pembebasan,
Dari kelemasan jahiliah berbelenggu nafsu,
Dibinatangkan serendah-rendah martabat,


Daun yang satu masa dahulu hijau,
Kini semakin layu,
Semakin menguning,
Menanti untuk jatuh ke bumi,


Dalam pencarian ini,
Aku akan terus berlari dan terus berlari,
Mencari dan memartabat hakiki,
Berlari dan terus berlari,
Yang tidak serik dengan simpuh dan seliuh,
Luka lutut dan kaki,
Lebam siku dan pipi,
Sakit dan pilu ditelan mengharap redha Ilahi,


Aku tahu dan aku pasti,
satu hari nanti aku pasti, aku tidak lagi mampu berlari,
tapi aku akan terus merangkak,
dan moga kembalinya daku Ya Allah,
Dengan carikan terakhirku menuju syurgaMu.
Fisabilillah InshaAllah.

0 comment: